Senin, 14 Oktober 2019


Melamar Pekerjaan
Nama saya Kruisna Rikzaa Maulana. Saya seorang pria berusia 23 tahun. Hari ini di depan sebuah gedung jantung saya berdegup kencang, menanti apa yang akan saya hadapi di sana. Jaya Kontruksi sebuah perusahaan besar yang akan saya masuki. Tempat yang menyediakan lapangan kerja bagi lulusan teknik sipil seperti saya. Mampukah saya mendapat pekerjaan di perusahaan tersebut ?
Saya memasuki gedung tersebut. Langkah demi langkah menapaki lantai gedung ini. Saya lihat bayang orang di sana-sini, di setiap sisi & sudut gedung. Ada yang memakai Kemeja & celana bahan hitam panjang ada pula yang memakai jas hitam. Mereka yang berjas hitam adalah para eksekutif. Sungguh keren penampilan mereka, saya membeyangkan kelak saya juga bisa menjadi bagian dari para eksekutif.
Tibalah saya di ruang HRD. Di depan ruangan tersebut ada banyak orang yang menunggu gilirannya untuk diwawancarai. Sama seperti saya mereka datang untuk melamar pekerjaan di Jaya Kontruksi. Terlebih sepertinya saya memiliki kekurangan dibandingkan mereka . Mampukah saya memenangkan persaingan dengan mereka untuk mendapat pekerjaan di perusahaan ini ?
Giliran saya tiba. Saya memasuki ruangan HRD. Dalam benak saya saya cukup takut & gelisah menghadapi hal ini. Saya mengucapan salam kemudian saya duduk di hadapan pewawancara, wawancarapun dimulai. Pertama saya menyerahkan berkas yang saya bawa. Di dalamnya ada CV, Akte Kelahiran, Ijazah dan sertifikat penting lainnya. Kemudian saya pun mulai menceritakan secara singkat mengenai kehidupan saya. Pewawancara menyimak dengan baik setiap kata yang saya ucapkan. Sampai akhirnya pewawancara bertanya pada saya. “Apakah kamu mempunyai keterampilan dalam bidang Autocad, baik itu dua dimensi atau tiga dimensi?” . Hal inilah yang saya takutkan. Saya sangat kurang dalam keterampilan digital. Saya mengakui kepada pewawancara kalau saya hanya bisa menggunakan Autocad dua dimensi, itupun hanya sebatas menggambar denah sederhana.
Pewawancara mengangguk mendengar jawaban dari saya. Ia menjelaskan kalau keterampilan digital sangat penting terlebih untuk masa sekarang. Ia juga menimbang berkas saya selepas dari kekurangan keterampilan digital saya masih memiliki keunggulan. IPK saya 3,5 saya juga punya sertifikasi organisasi perguruan tinggi yang memberi nilai tambah pada lamaran saya. Pewawancara menyudahi wawancara saya. Ia bilang saya bisa menunggu hasil wawancara ini dalam dua hari  hasil akan dikirimkan melalui surat elektronik. Saya mengangguk berpamitan dengan orang tersebut & pergi meninggalkan ruang HRD. Dua hari berlalu, kabar itupun tiba. Begitu senang dan bersyukur ketika saya mengetahui kalau saya dapat bekerja di Jaya Kontruksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar