Melamar Pekerjaan
Nama saya Kruisna Rikzaa Maulana.
Saya seorang pria berusia 23 tahun. Hari ini di depan sebuah gedung jantung
saya berdegup kencang, menanti apa yang akan saya hadapi di sana. Jaya
Kontruksi sebuah perusahaan besar yang akan saya masuki. Tempat yang
menyediakan lapangan kerja bagi lulusan teknik sipil seperti saya. Mampukah
saya mendapat pekerjaan di perusahaan tersebut ?
Saya memasuki gedung tersebut. Langkah
demi langkah menapaki lantai gedung ini. Saya lihat bayang orang di sana-sini, di
setiap sisi & sudut gedung. Ada yang memakai Kemeja & celana bahan
hitam panjang ada pula yang memakai jas hitam. Mereka yang berjas hitam adalah
para eksekutif. Sungguh keren penampilan mereka, saya membeyangkan kelak saya
juga bisa menjadi bagian dari para eksekutif.
Tibalah saya di ruang HRD. Di depan
ruangan tersebut ada banyak orang yang menunggu gilirannya untuk diwawancarai.
Sama seperti saya mereka datang untuk melamar pekerjaan di Jaya Kontruksi.
Terlebih sepertinya saya memiliki kekurangan dibandingkan mereka . Mampukah
saya memenangkan persaingan dengan mereka untuk mendapat pekerjaan di
perusahaan ini ?
Giliran saya tiba. Saya memasuki
ruangan HRD. Dalam benak saya saya cukup takut & gelisah menghadapi hal
ini. Saya mengucapan salam kemudian saya duduk di hadapan pewawancara,
wawancarapun dimulai. Pertama saya menyerahkan berkas yang saya bawa. Di
dalamnya ada CV, Akte Kelahiran, Ijazah dan sertifikat penting lainnya.
Kemudian saya pun mulai menceritakan secara singkat mengenai kehidupan saya.
Pewawancara menyimak dengan baik setiap kata yang saya ucapkan. Sampai akhirnya
pewawancara bertanya pada saya. “Apakah kamu mempunyai keterampilan dalam
bidang Autocad, baik itu dua dimensi
atau tiga dimensi?” . Hal inilah yang saya takutkan. Saya sangat kurang dalam
keterampilan digital. Saya mengakui kepada pewawancara kalau saya hanya bisa
menggunakan Autocad dua dimensi,
itupun hanya sebatas menggambar denah sederhana.
Pewawancara mengangguk mendengar
jawaban dari saya. Ia menjelaskan kalau keterampilan digital sangat penting
terlebih untuk masa sekarang. Ia juga menimbang berkas saya selepas dari
kekurangan keterampilan digital saya masih memiliki keunggulan. IPK saya 3,5
saya juga punya sertifikasi organisasi perguruan tinggi yang memberi nilai tambah
pada lamaran saya. Pewawancara menyudahi wawancara saya. Ia bilang saya bisa
menunggu hasil wawancara ini dalam dua hari
hasil akan dikirimkan melalui surat elektronik. Saya mengangguk
berpamitan dengan orang tersebut & pergi meninggalkan ruang HRD. Dua hari
berlalu, kabar itupun tiba. Begitu senang dan bersyukur ketika saya mengetahui
kalau saya dapat bekerja di Jaya Kontruksi.