Gawai Pengekang Waktu
Kruisna Rikzaa
Maulana
Teknik Sipil
Dewasa
ini, dalam zaman modern gawai (telepon pintar, tablet dan lainnya) sangat lekat
dengan segala aktivitas manusia. Berbagai layanan yang ada dalam gawai begitu
bervariasi dan menarik, seperti media sosial, game online dan lain-lain. Akibatnya banyak orang yang tersita waktunya dengan adanya gawai
tersebut. Banyak orang yang tersita waktunya oleh gawai membuat dirinya
kehilangan waktu berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Padahal gawai
seharusnya hanya sebagai alat pemberi kemudahan dalam hidup manusia bukan
sebagai teman hidup selamanya.
Ketika
anak terutama usia dini menghabiskan
waktu bermain gawai, maka anak tersebut telah kehilangan banyak waktu untuk
aktivitas lainnya. Psikolog Astrid Wen menjelaskan "Pada anak
balita, mereka jadi kehilangan waktu untuk eksplorasi sekitarnya. Waktu untuk
berinteraksi secara nyata dengan orang-orang di sekitarnya juga berkurang. Padahal,
mereka butuh mengobservasi dan mengamati dunia di sekelilingnya”. Anak
usia dini juga dapat kehilangan waktu tidur siangnya akibat candu bermain
gawai. Padahal waktu tidur siang tersebut lebih penting dan menyehatkan dari pada
menghabiskan waktu dengan gawai tersebut. Rupanya gawai mampu mengekang waktu
yang seharusnya dapat mendukung tumbuh kembang anak-anak.
Bukan hanya
pada anak usia dini, anak usia sekolah dasar sampai mahasiswa ternyata juga
dapat terkekang waktunya akibat gawai. Menurut Psikolog Klinis Liza M
Djaprie, ia mengaku pernah menangani pasien yang kecanduan gawai sampai mogok
sekolah dan kuliah. Hal ini terbukti bahwa gawai dapat begitu mengekang waktu.
Bahkan membuat si pengguna lupa bahwa ada hal lain yang lebih penting dari
bermain gawai tersebut. Tidak hanya mengekang waktu gawai sampai membuat si
pengguna kehilangan kehidupannya. Gawai menjebak penggunanya dalam dunianya
sendiri jauh dari kehidupan yang baik.
Meskipun
gawai memang terbukti dapat mengekang waktu para pemakainya tetapi tidak
terbantahkan kalau kita juga butuh gawai untuk membantu banyak kegiatan dalam
hidup ini. Gawai telah banyak menunjukkan manfaatnya baik itu sebagai alat
komunikasi, alat berbagi pengetahuan, bisa juga sebagai perangkat yang membantu
untuk menemukan alamat lokasi yang kita
tuju. Jadi gawai ternyata tidak sepenuhnya mengekang waktu seluruh penggunanya.
Masih terdapat banyak manfaat dari benda
ini. Lantas bagaimana kita bisa terus mendapat manfaat dari gawai tanpa membuat
waktu kita terkekang ?
“Sesuatu
yang berlebihan itu tidak baik” menggunakan gawai dengan berlebihan jelas
membawa dampak buruk. Gunakan gawai seperlunya hanya ketika kita butuh alat
tersebut untuk membantu menyelesaikan suatu pekerjaan. Boleh-boleh saja
menggunakan gawai sebagai sarana hiburan, namun perlu diingat hidup kita tidak
sepenuhnya bergantung pada gawai tersebut. Jangan biarkan waktu kita terbuang
sia-sia ada banyak hal lain yang lebih bermanfaat untuk dilakukan. Temukanlah
hobi,raihlah prestasi dan jangan lupa untuk bersosialisasi dengan begitu waktu
kita tidak akan terkekang oleh gawai.
Daftar Pustaka
1. Redaksi
WE Online. 2019. Alasan Seseorang kecanduan Main Gim dan Macam Penanganannya https://www.wartaekonomi.co.id/read256005/alasan-seseorang-kecanduan-main-gim-dan-macam-penanganannya.html
( diakses 12 November).
2. Lusia Kus Anna. 2016. Efek Negatif Kecanduan Gawai Usia Dini https://kesehatan.kontan.co.id/news/efek-negatif-kecanduan-gawai-usia-dini
( diakses 18 November).