Senin, 18 November 2019


Gawai Pengekang Waktu
Kruisna Rikzaa Maulana
Teknik Sipil
                Dewasa ini, dalam zaman modern gawai (telepon pintar, tablet dan lainnya) sangat lekat dengan segala aktivitas manusia. Berbagai layanan yang ada dalam gawai begitu bervariasi dan menarik, seperti media sosial, game online dan lain-lain. Akibatnya banyak orang  yang tersita waktunya dengan adanya gawai tersebut. Banyak orang yang tersita waktunya oleh gawai membuat dirinya kehilangan waktu berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Padahal gawai seharusnya hanya sebagai alat pemberi kemudahan dalam hidup manusia bukan sebagai teman hidup selamanya.

                Ketika anak terutama  usia dini menghabiskan waktu bermain gawai, maka anak tersebut telah kehilangan banyak waktu untuk aktivitas lainnya. Psikolog Astrid Wen menjelaskan "Pada anak balita, mereka jadi kehilangan waktu untuk eksplorasi sekitarnya. Waktu untuk berinteraksi secara nyata dengan orang-orang di sekitarnya juga berkurang. Padahal, mereka butuh mengobservasi dan mengamati dunia di sekelilingnya”. Anak usia dini juga dapat kehilangan waktu tidur siangnya akibat candu bermain gawai. Padahal waktu tidur siang tersebut lebih penting dan menyehatkan dari pada menghabiskan waktu dengan gawai tersebut. Rupanya gawai mampu mengekang waktu yang seharusnya dapat mendukung tumbuh kembang anak-anak.

                Bukan hanya pada anak usia dini, anak usia sekolah dasar sampai mahasiswa ternyata juga dapat terkekang waktunya akibat gawai. Menurut Psikolog Klinis Liza M Djaprie, ia mengaku pernah menangani pasien yang kecanduan gawai sampai mogok sekolah dan kuliah. Hal ini terbukti bahwa gawai dapat begitu mengekang waktu. Bahkan membuat si pengguna lupa bahwa ada hal lain yang lebih penting dari bermain gawai tersebut. Tidak hanya mengekang waktu gawai sampai membuat si pengguna kehilangan kehidupannya. Gawai menjebak penggunanya dalam dunianya sendiri  jauh dari kehidupan yang baik.

                Meskipun gawai memang terbukti dapat mengekang waktu para pemakainya tetapi tidak terbantahkan kalau kita juga butuh gawai untuk membantu banyak kegiatan dalam hidup ini. Gawai telah banyak menunjukkan manfaatnya baik itu sebagai alat komunikasi, alat berbagi pengetahuan, bisa juga sebagai perangkat yang membantu  untuk menemukan alamat lokasi yang kita tuju. Jadi gawai ternyata tidak sepenuhnya mengekang waktu seluruh penggunanya. Masih  terdapat banyak manfaat dari benda ini. Lantas bagaimana kita bisa terus mendapat manfaat dari gawai tanpa membuat waktu kita terkekang ?

                “Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik” menggunakan gawai dengan berlebihan jelas membawa dampak buruk. Gunakan gawai seperlunya hanya ketika kita butuh alat tersebut untuk membantu menyelesaikan suatu pekerjaan. Boleh-boleh saja menggunakan gawai sebagai sarana hiburan, namun perlu diingat hidup kita tidak sepenuhnya bergantung pada gawai tersebut. Jangan biarkan waktu kita terbuang sia-sia ada banyak hal lain yang lebih bermanfaat untuk dilakukan. Temukanlah hobi,raihlah prestasi dan jangan lupa untuk bersosialisasi dengan begitu waktu kita tidak akan terkekang oleh gawai.

Daftar Pustaka
1. Redaksi WE Online. 2019. Alasan Seseorang kecanduan Main Gim dan Macam Penanganannya https://www.wartaekonomi.co.id/read256005/alasan-seseorang-kecanduan-main-gim-dan-macam-penanganannya.html ( diakses 12 November).
2. Lusia Kus Anna. 2016. Efek Negatif Kecanduan Gawai  Usia Dini https://kesehatan.kontan.co.id/news/efek-negatif-kecanduan-gawai-usia-dini ( diakses 18 November).


Senin, 04 November 2019


Saluran Air Bukan Tempat Sampah
Kruisna Rikzaa Maulana 2019091034
            Kebiasaan membuang sampah di saluran air harus  dicegah dan dihilangkan. Sebagian masyarakat di negeri kita seakan-akan melihat saluran air (selokan, sungai, kanal dan sebagainya)sebagai tempat sampah. Padahal sampah sama sekali tidak boleh di buang pada saluran air. Perbuatan membuang sampah di saluran air menyebabkan banyak masalah dalam kehidupan. Masalah tersebut meliputi masalah kesehatan, biaya dan lingkungan.

                Ditinjau dari segi kesehatan, membuang sampah pada saluran air adalah tindakan yang membahayakan. Kenapa membahayakan ? ketika sampah dalam jumlah besar terus-menerus dibuang pada saluran air maka saluran air tersebut akan tersumbat dan terjadilah banjir. Banjir inilah yang membawa banyak penyakit. Genangan air yang timbul akibat banjir dapat menningkatkan perkemban biakan nyamuk yang memicu penyakit seperti demam berdarah dan malaria. Banjir akibat saluran air tersumbat sampah membawa air kotor pada pemukiman warga, air kotor tersebut jika bersentuhan langsung dengan kulit manusia dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan penyakit kulit seperti eksim, kutu air dan lainnya.

                 Saluran air yang penuh dengan sampah tentu membutuhkan penanganan dan perawatan yang memakan biaya besar. Biaya tersebut meliputi pengerahan alat berat Jika sampah yang terbawa pada saluran air tersebut perharinya mencapai satu ton atau lebih. Tidak hanya itu, dibutuhkan pekerja ( tim pembersih sampah) dalam jumlah besar pula dalam menangani saluran air yang tersumbat sampah dan para pekerja tersebut tentu harus dibayar. Padahal biaya yang begitu besar tersebut seharusnya tidak perlu dikeluarkan jika saluran air terbebas dari sampah dan dana tersebut bisa dialokasikan untuk infrastruktur lain. Kalaupun saluran air butuh biaya perawatan, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar biaya penanganan saluran air tersumbat sampah.

                Masalah lainnya dari saluran air tersumbat sampah adalah permasalahan lingkungan. Saluran air seperti sungai alami umumnya terdapat berbagai jenis ikan di dalamnya. Sayangnya akibat pencemaran air dari sampah banyak ikan yang mati. Hanya sebagian kecil dari jenis ikan yang mampu hidup pada air tercemar seperti ikan lele dan ikan gabus karena memang dua jenis ikan tersebut memiliki ketahanan hidup yang tinggi. Sungai yang tercemar akan kehilangan kekayaan faunanya, tidak banyak lagi ikan-ikan yang hidup di sana. Sungai yang kotor akibat sampah tidak lagi bisa dikonsumsi airnya. Selain itu saluran air yang tersumbat umumnya berbau tidak enak dan sangat mengganggu kenyamanan orng yng ada di sekitarnya. Padahal sungai yang bersih bisa menjadi sarana rekreasi yang nyaman dan juga mampu meningkatkan perekonomian warga sekitarnya.

                Ketiga masalah di atas ( kesehatan, biaya dan lingkungan) sudah cukup menjadi bukti bahwa sampah tidak boleh dibuang pada saluran air. Sudah jelas membuang sampah pada saluran air banyak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Maka dari itu mari kita jaga saluran air yang ada dari sampah-sampah. Gunakan saluran air sesuai fungsinya dan bukan sebagai tempat sampah.